September 25, 2020
Breaking News

Film Lampor

Flim-Lampor

Film LamporSetiap daerah di Indonesia pasti punya kisah mistisnya masing-masing. Kisah mistis itu tak lepas dari kebiasaan dan kepercayaan para warganya. Misalnya saja ada hantu ponti di Pontianak, kisah Ratu Pantai Selatan di Yogyakarta dan masih banyak lagi.

Kisah-kisah tersebut banyak menginspirasi para sineas untuk diangkat ke layar lebar. Salah satu urban legend yang diangkat ke layar lebar adalah kisah keranda terbang atau hantu lampor di Temanggung, Jawa Tengah. Kisah tersebut menginspirasi Chand Parwez Servia untuk memproduseri film Lampor Keranda Terbang. joker123

Film ini rencananya akan tayang pada 31 Oktober 2019 bertepatan dengan Halloween. Nah, penasaran dengan film Lampor Keranda Terbang? Simak dulu review-nya berikut ini ya!

Sinopsis: Setan Lampor, Penanda Hadirnya Pendosa di Masyarakat
Edwin (Dion Wiyoko) tak pernah menyangka usaha yang didirikannya akan bangkrut dan mengalami kerugian yang sangat besar. Untuk menutupi semua kerugiannya, Edwin meminta Netta (Adinia Wirasti) untuk meminjam uang kepada keluarganya di Temanggung, Jawa Tengah. Netta awalnya menolak berurusan lagi dengan keluarga ayahnya di kampung. Menurut Netta, ayahnya sudah bersekutu dengan iblis dan itu tak bisa diterima oleh dirinya. judi tembak ikan

Sesampainya di kampung, Netta datang di saat yang tepat. Yakni sesaat sebelum ayahnya, Jamal (Mathias Muchus) dikebumikan. Asti (Nova Eliza) istri muda Jamal sekaligus ibu tiri Netta mengatakan kalau selama ini Jamal mencari Netta sampai di akhir napasnya.

Bukan hanya kesedihan karena ditinggal sang ayah, warga di kampung Netta tak menerima Netta kembali karena dianggap telah membawa lampor datang lagi ke kampung itu. Warga setempat percaya lampor datang karena ada pendosa di masyarakat.

Tak terima disebut sebagai pendosa, Edwin dan Netta pun membuktikan kalau mereka bukan pembawa lampor kembali ke desa itu meskipun itu artinya mereka harus bertaruh nyawa.

Lampor Keranda Terbang menurut saya menjadi film yang cukup spesial. Sebab, film ini menjadi debut film horor pertama bagi Dion Wiyoko dan Adinia Wirasti. Baik Dion maupun Rasti lebih sering bermain dalam film bergenre drama.

Menurut saya pribadi, di debut mereka dalam film horor ini, penampilan keduanya cukup memuaskan. Saya sempat ikut merasakan kesal saat Netta (Adinia Wirasti) enggan menceritakan asal usul keluarganya kepada Edwin (Dion Wiyoko). Saya juga ikut merasakan bagaimana perjuangan Edwin sebagai ayah saat ia harus bertaruh nyawa untuk menyelamatkan keluarganya.

Kalau selanjutnya Dion dan Rasti bermain film horor lagi, saya yakin keduanya tak akan mengecewakan karena mereka sudah memberi kesan baik dan cukup memuaskan di debut pertamanya ini.

Sebelum menonton film Lampor Keranda Terbang, saya sudah mencari tahu banyak tentang kisah urban legend ini. Karena rasa penasaran itulah yang membuat saya mencari dan membaca kisah tentang lampor melalui internet.

Membaca kisah lampor yang bisa menyembunyikan manusia tanpa terlihat sama sekali oleh manusia lain, jujur, membuat saya tak percaya begitu saja. Terlebih di Indonesia sendiri sudah sangat banyak kisah urban legend seperti ini. Sehingga, mau percaya pun rasanya agak sulit.

Ingin meyakinkan penonton kalau setan lampor betulan ada, di akhir film, sang sutradara memasukan testimoni mereka yang dipercaya pernah disembunyikan oleh lampor. Melihat kesaksian mereka, sedikit banyak mengubah pandangan saya kalau lampor memang benar ada dan bukan mitos belaka.

Sebagai penonton film, saya sering melabeli para tokoh dalam film. Misalnya tokoh A sosok yang baik, yang jahat itu B, dan sebagainya. Tapi, dalam film ini, saya terkecoh berkali-kali dan sama sekali tak ada yang bisa dilabeli baik atau buruk, kecuali sang tokoh utama Netta dan Edwin.

Plot twist yang padat di akhir film membuat saya benar-benar tak bisa mempercayai tokoh mana pun di dalam film ini. Bagi saya ini adalah salah satu ukuran sukses suatu film karena jalan cerita yang disajikan sama sekali tidak tertebak.

Bukan hanya menyajikan kisah yang tak tertebak, moral cerita yang ada di film ini juga sangat penting, yakni tentang keluarga. Bagaimana pun kita, seburuk atau sebaik apapun kita di luar sana, tetap hanya keluarga yang bisa menerima kita apa adanya.

Kamu sendiri bagaimana, sudah menonton film Lampor atau ingin menontonnya nanti? Tulis di kolom komentar ya.