September 25, 2020
Breaking News

Film Titisan Setan 2018

Film-Titisan-Setan-2018

Film Titisan Setan 2018 -Jadi jika berdasarkan sinopsis itu, maka premis film horor ini adalah : “seorang cewek cantik dihantui oleh arwah ibunya di villa pacarnya”

Hmmmm, ide cerita horor yang terlalu generik untuk bisa lolos pitch. Bukan hanya generik, premis diatas merupakan premis asal-asalan karena karakter Melissa tidak punya keinginan yang kuat. Melissa bahkan tidak punya keinginan sama sekali untuk sebuah karakter utama yang harusnya menyetir plot cerita. joker888

Intention and Obstacle, Keinginan dan Hambatan adalah basis dari premis yang merupakan basis dari cerita. Tanpa keinginan yang kuat karakter menjadi karakter yang membosankan. (dan lucunya hal ini dilontarkan melalui dialognya Gaby tentang opininya terhadap Melissa. Self-conscious much?)emoticon-Big Grin

Jadi, rasanya tidak mungkin seorang datang ke produser lalu menjual premis asal-asalan di atas untuk film horor layar lebar, khususnya jika film ini mau bersaing dengan film horor lainnya (Pengabdi Setan aja baru tahun lalu). Jadi kemungkinan besar cerita film ini bukan ceritanya Melissa.

Lalu, sebenarnya film ini ceritanya siapa sih? Coba kita lihat karakter utama lainnya : Bara.

Intention and Obstacle, Apa keinginan Bara? Bara ingin esek-esek dengan Melissa. Dengan cara? Menginap bersama Melissa di villa bapaknya. Tapi? Gaby datang mengancam Bara untuk nurut atau Gaby akan melaporkan niat bejat Bara ke nenek Melissa, Obstacle. Dari sini, kita dapat resep seorang karakter utama yang punya keinginan kuat dan cara/taktik yang jelas untuk meraih keinginannya. Bara memiliki basis karakter yang menarik yaitu keinginan yang kuat.

Dengan keinginannya yang kuat, Bara sengaja membuat mobilnya mogok agar bisa menginap dengan Melissa. Bara juga akhirnya diperlihatkan adalah seorang penjahat kelamin yang menaruh CCTV di kamar Melissa. Bahkan sangking kuat keinginannya, Bara sampai mencoba untuk memperkosa Melissa.

Hambatannya pun cukup organik, Gaby datang karena dari awal Melissa berbohong ke neneknya kalau dia mau menjenguk ibunya Gaby di rumah sakit. Gaby tahu sifat asli Bara, juga soal Melissa yang sebenarnya berbohong karena Bara. Karena itu, Gaby datang untuk memanfaatkan situasi tersebut. Hambatan yang kedua datang dari hantu di cerita ini, kita akan kembali ke bahasan ini nanti.

Kita bicara soal pitch, apakah ada seorang yang mau membuat film dengan cerita : “Seorang pemuda psikopat ingin esek-esek, dengan cara menjebak dan memperkosa pacarnya di villa, tapi dia tidak bisa esek-esek karena didatangi tamu dan hantu tak diundang.” emoticon-Stick Out Tongue

Kita tahu Bara punya keinginan yang kuat, taktik yang masuk akal, dan hambatan yang sulit, tapi coba deh tanya ke diri sendiri : “Apakah aku mau membuat cerita seperti itu?”

Ya nggak, lah emoticon-Big Grin. Kenapa premis tersebut kurang Appeal, sebuah ketertarikan yang menyulut empati ke hati orang yang membaca premis itu. Kemungkinan besar empati tidak didapat ketika kita tahu kalo karakter utama keinginan terbesarnya kepingin ngentemoticon-Stick Out Tonguet. Keinginannya tidak bermoral dan diluar etika.

Jadi ada gak karakter yang memiliki keinginan yang kuat dan bisa menyulut empati orang-orang? well my friend, there is.

Bagian ini gak akan dibahas di review manapun (saya harap), karena reviewer memiliki proposisi bahwa Hantu di film horor ini adalah karakter utamanya. Mari saya buktikan.

Hantu di film Titisan Setan ini adalah Ibunya Melissa. Apa keinginan si Hantu?

Secara kasat mata, keinginan Hantu ini adalah melindungi Melissa. Keinginan inilah yang membuat si Hantu menolong Melissa dari perkosaan Bara. Namun, kata melindungi sepertinya kurang menjelaskan motif dari tindakan kenapa dia menghantui Melissa, Gaby, Saykoji dan Bara.

Kenapa Gaby dan Saykoji dibunuh oleh si Hantu Ibu ini padahal kerjanya cuma ngolok-ngolok Melissa? Kenapa si Hantu mencoba mencelakakan Melissa di kolam renang? Kenapa si Hantu tidak langsung membunuh Bara padahal dia harusnya tahu kalau Bara seorang mesum bejat?

Semua hal diatas sebenarnya memiliki motif yang sama : si Hantu ingin menjaga hubungan Melissa dan Bara. Mari kita lihat.

Kenapa si Hantu membunuh Gaby dan Saykoji yang cuman mengolok-ngolok, tapi tidak langsung membunuh Bara yang benar-benar mau memperkosa? Hal itu karena Gaby mengancam Bara untuk memberi tahu sifat asli Bara kepada Melissa, dan menurut si Hantu hal tersebut membahayakan hubungan Melissa dan Bara. Jadi dia mengusir lalu membunuh Gaby dan Saykoji agar Melissa tidak tahu sifat asli Bara. Keinginan si Hantu sangatlah kuat dan cara meraih keinginannya sangatlah ekstrim, dia membunuh teman Melissa untuk mempertahankan hubungan Melissa dengan Bara.

Keinginan kuat, check. taktik yang jelas, check. Lalu, apa hambatan nyata dalam mencapai keinginan si Hantu ini? Hambatan si Hantu inilah yang membuat karakter Hantu menjadi karakter berdimensi/yang dalam.

Hambatannya adalah fakta bahwa Bara ingin berlaku mesum kepada Melissa. Jika si Hantu membunuh Bara maka dia gagal dalam mencapai keinginannya. Hal inilah yang membuat si Hantu tidak langsung membunuh Bara. Si Hantu ini tahu bahwa Bara berniat jahat (lagipula dia itu hantu yang bisa nembus tembok) tapi, si Hantu seakan memberi kesempatan kepada Melissa untuk menerima Bara. Siapa tahu Melissa suka esek-esek sama Bara. emoticon-Stick Out Tongue

Si Hantu baru bertindak, ketika Bara mau memperkosa Melissa. si Hantu melempar Bara dari tubuh Melissa dan diapun tidak langsung membunuh Bara. Dia merasuki Bara dulu, mencoba untuk berkomunikasi kepada Melissa. Lalu, dia keluar dari tubuh Bara, masih belum dibunuh. Nah, Lalu ketika Bara mencoba membunuh Melissa, akhirnya si Hantu memutuskan untuk membunuh Bara. Dari situ kita lihat Melissa yang mengingat ibunya melalui flashback.

Tapi hal itu masih belum menjelaskan : kenapa harus sampai diakhir sih, baru Bara dibunuh?

Sepertinya keputusan tersebut berasal dari psikologi seorang hantu yang sudah mati. Si Hantu ibu ini merasa tidak mungkin membahagiakan anak perempuannya yang masih hidup. Sehingga, si Hantu berharap kalau hubungan anaknya, Melissa, dengan Bara membuahkan kehidupan bahagia. Itulah kenapa si Hantu menarik kaki Melissa di kolam, agar Bara menolong Melissa dengan berharap suatu situasi romantis muncul. Si ibu ingin anaknya bahagia.

Kesimpulannya, premis cerita ini jika si Hantu Ibu sebagai karakter utama dalah :

“Seorang ibu yang menjadi hantu ingin anaknya bahagia, dengan cara menjaga hubungan anaknya dengan pacarnya, tapi dia mendapat dilemma karena dia tahu kalau pacar anaknya adalah seorang psikopat”

Titisan Setan : Kasih Ibu yang Terlupakan.