September 25, 2020
Breaking News
Film-Traminator-Dark-Fate

Film Terminator Dark Fate

Film Terminator Dark Fate -Terminator: Dark Fate adalah sekuel Terminator terbaik setelah Terminator 2: Judgement Day. Sutradara Tim Miller (Deadpool) membuat berbagai keputusan tepat yang menjadikan Dark Fate lebih ganas, lebih menghibur, dan sedikit lebih segar dibandingkan pendahulu-pendahulunya. Meski begitu, Dark Fate tidak melupakan berbagai elemen ikonik seri Terminator sehingga film berdurasi dua jam ini tetap akan terasa familiar bagi penggemar setia.


Dark Fate sendiri mengambil setting 24 tahun pasca keberhasilan Sarah Connor (Linda Hamilton), John Connor (Edward Furlong), dan ‘Uncle Bob’ T-800 (Arnold Schwarzenegger) meledakkan CyberDyne, pencipta Skynet yang merupakan induk para terminator. Aksi mereka berhasil mencegah kiamat (Judgement Day) yang seharusnya terjadi di tahun 1997 akibat Skynet meledakkan nuklir di berbagai penjuru dunia. Namun, kenyataan berikutnya tidak seindah harapan Sarah dan John.


Meski Skynet berhasil dihancurkan, Sarah cs ternyata tidak sepenuhnya mencegah kiamat. Sedikit meminjam elemen dari Terminator 3: Rise of the Machine, apa yang dilakukan Sarah cs hanyalah mencegah Skynet terwujud dan menunda kiamat. Dengan kata lain, perang antara manusia dan mesin akan tetap terjadi di masa depan, baik dengan atau tanpa kehadiran Skynet. Kisah di Dark Fate menegaskan bahwa sebanyak apapun Sarah mencegah kiamat, pada akhirnya hal itu akan terjadi juga.


Kenyataan kelam itu ditandai dengan kehadiran terminator Rev-9 (Gabriel Luna) dari masa depan. Rev-9 adalah cyborg yang mampu membelah diri dengan cara memisahkan exoskeleton-nya dari inner frame. Exoskeleton Rev-9 memiliki kemampuan setara T-1000 sementara inner frame-nya setangguh T-800 yang menjadikannya salah satu terminator paling berbahaya.


Dikirim pengganti Skynet bernama Legion, Rev-9 memiliki misi memburu Daniella Ramos (Natalia Reyes). Seperti John Connor dulu, Daniella diramalkan menjadi pemimpin manusia dalam perang melawan mesin.
Untungnya, bantuan dari masa depan juga hadir untuk melindungi Daniella, sama seperti Kyle Reese datang untuk melindungi Sarah Connor di The Terminator atau ‘Uncle Bob’ melindungi John Connor di Terminator 2: Judgement Day. Pasukan Resistance di masa depan mengirim Grace (MacKenzie Davis), hybrid human-cyborg, untuk melindungi Daniella bersama Sarah Connor.


Dark Fate terasa lebih baik dibandingkan pendahulu-pendahulunya karena Tim Miller tak memaksa Dark Fate untuk berbeda total. Sebaliknya, sutradara Tim Miller menggunakan semua elemen bagus dari film-film Terminator terdahulu dan kemudian mengolahnya menjadi sebuah produk yang nikmat ditonton. Dark Fate adalah Star Wars: The Force Awakens untuk saga Terminator di mana tidak terasa unik, tetapi tetap mampu membawa franchise ke direksi yang baru.


Salah satu elemen terbaik tersebut adalah Sarah Connor. Ya, selama ini kebanyakan orang mengira key ingredient film Terminator adalah kehadiran T-800 di mana ia nyaris selalu menjadi sorotan utama. Padahal, jiwa franchise Terminator adalah Sarah Connor, bukan T-800 ataupun John Connor.


Ketika seri Terminator masih digarap James Cameron (Titanic, Avatar), kisah utamanya selalu berpusat pada Sarah yang berusaha melindungi orang-orang di sekitarnya sekaligus mencegah kiamat. Dengan kata lain, tanpa Sarah, tidak akan pernah ada kisah terminator versus manusia. Kehadiran Sarah membuat Dark Fate terasa relatable untuk mereka yang menggemari saga Terminator sejak dulu.


Linda Hamilton sendiri belum kehilangan tajinya dalam memerankan Sarah. Meski dua dekade sudah berlalu sejak terakhir kali ia menjadi Sarah Connor, Hamilton tetap mampu menampilkan Sarah yang tangguh, tegas, dan protektif seperti seorang ibu pada umumnya. Ia berhasil mencuri perhatian di berbagai adegan sekaligus menegaskan bahwa Terminator adalah daerah kekuasaannya, bukan milik Arnold Schwarzenegger. joker123 deposit pulsa


Schwarzenegger, tak lagi menjadi sorotan utama, juga masih handal memerankan cyborg T-800. Walau perawakannya sudah tidak segarang dulu, Schwarzenegger masih mampu menghadirkan T-800 seperti yang kita kenal. Malah, T-800 di Dark Fate adalah salah satu inkarnasi terbaik selain ‘Uncle Bob’ di Terminator 2: Judgement Day.


Meminjam elemen Terminator: Genisys, T-800 di Dark Fate memiliki karakter manusiawi karena bertahun-tahun mempelajari tingkah laku manusia usai menuntaskan misinya. Bertahun-tahun belajar membawa T-800 ke satu titik di mana ia merasa lebih seperti manusia dibandingkan cyborg. Pada akhirnya ia memutuskan untuk mengadopsi nama manusia, Carl, dan hidup bersama-sama manusia menjadi pedagang gorden.


Untungnya, kemampuan bertarungnya tidak lapuk dimakan waktu seperti T-800 di Terminator: Genisys. Carl bisa memberikan perlawanan hebat kepada Rev-9 yang jauh lebih modern. Pertarungan keduanya menampikan berbagai laga keren yang menghiasi sepertiga terakhir Dark Fate. Bahkan, salah satu bagian mampu membuat mata Play Stop Rewatch berkaca-kaca karena sarat dengan homage ke Terminator 2: Judgement Day.


Selain karakter yang keren, salah satu elemen ikonik Terminator yang berhasil diolah kembali oleh Tim Miller adalah kisah besar franchisenya. James Cameron menciptakan franchise Terminator bukan sebagai kisah sci-fi laga semata, tetapi juga drama keluarga.

Di tangan ia, kisah Terminator sarat akan elemen-elemen kekeluargaan mulai hubungan ibu dan anak hingga pentingnya figur seorang ayah. Contohnya, Terminator 2: Judgement Day menampilkan hubungan John Connor dan ‘Uncle Bob’ layaknya seorang anak dan ayah yang bahkan diakui oleh Sarah sendiri di salah satu bagian film.

Posted in sayo-itsuTagged